Sabilah pisau sirauik... panakiak batang lintabuan... silodang jadikan nyiru... Nan satitiak jadikan lauik... nan sakapa jadikan gunuang... alam takambang jadi guru...

MACAM MACAM RANGKIANG DI MINANGKABAU

Written By Rajo Intan on Selasa, 11 September 2012 | 01.42

Rangkiang atau nama lainnya lumbung adalah sebuah rumah kecil di sebelah rumah gadang yang dipergunakan untuk menyimpan padi untuk persiapan – persiapan segala kemungkinan terjadinnya kelaparan baik akibat faktor alam dan faktor manusia seperti perang. Keberadaan rangkiang di Minangkabau memiliki multi fungsi. Fungsi rangkiang itu sendiri ada pada berbagai corak bangunan rangkiang dan tata letaknya.

Bentuk rangkiang sesuai dengan gaya bangunan rumah gadang. Atapnya bergonjong dan dibuat dari ijuk. Tiang penyangganya sama tinggi dengan tiang rumah gadang. Pintunya kecil dan terletak pada bagian atas dan salah satu dinding singkok (singkap), yaitu bagian segi tiga lotengnya. Tangga bambu untuk menaiki Rangkiang dapat dipindah-pindahkan untuk keperluan lain dan bila tidak digunakan disimpan di bawah kolong rumah gadang.Ada empat macam jenisnya dengan fungsi dan bentuknya yang berbeda. Jumlah rangkiang yang tertegak di halaman memberikan tanda keadaan penghidupan kaum.

 Keempat jenis Rangkiang itu ialah:

1. Si tinjau lauik (si tinjau taut), yaitu tempat menyimpan padi yang akan digunakan untuk membeli barang atau keperluan rumah tangga yang tidak dapat dibikin sendiri. Tipenya lebih langsing dan yang lain, berdiri di atas empat tiang. Letaknya di tengah di antara rangkiang yang lain.



Rangkiang Si tinjau lauik


2. Si bayau-bayau, yaitu tempat menyimpan padi yang akan digunakan untuk makan sehari-hari. Tipenya gemuk dan berdiri di atas enam tiangnya. Letaknya di sebelah kanan.


Rangkiang Si bayau-bayau


3. Si tangguang lapa (si tanggung lapar), yaitu tempat menyimpan padi cadangan yang akan digunakan pada musim paceklik. Tipenya bersegi dan berdiri di atas empat tiangnya.


Rangkiang Si tangguang lapa


4. Rangkiang Kaciak (rangkiang kecil), yaitu tempat menyimpan padi abuan yang akan digunakan untuk benih dan biaya mengerjakan sawah pada musim berikutnya. Atapnya tidak bergonjong dan bangunannya lebih kecil dan rendah. Ada kalanya bentuknya bundar.


Rangkiang Kaciak

0 komentar:

Poskan Komentar